Sebagai seorang biksu, saya sering diundang untuk berbicara dalam siaran langsung di radio. Semestinya saya harus lebih berhati-hati saat menerima undangan dari sebuah stasiun radio baru-baru ini. Hanya setelah memasuki studio, barulah saya diberitahukan bahwa acara pada malam itu adalah "tema orang dewasa", dan saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan secara langsung, bersama dengan seorang pakar seksologi ternama.
Sesudah kami mengatasi masalah penyebutan nama saya di radio (kami sepakat untuk memanggil saya sebagai "Mister Monk"), saya melakukan pekerjaan itu dengan sangat baik. Sebagai biksu selibat, saya tidak banyak tahu tentang seluk-beluk hubungan intim, namun masalah-masalah mendasar yang ditanyakan oleh para penelepon bisa dengan mudah ditangkap. Segera saja semua telepon yang masuk diarahkan kepada saya, dan sayalah yang akhirnya melakukan hampir semua pekerjaan selama 2 jam acara itu. Namun si pakar seksologilah yang menerima cek tebal. Yang saya terima, sebagai biksu yang tak boleh menerima uang, hanyalah sebatang cokelat. Sekali lagi, kebijaksanaan Buddhis memecahkan masalah yang mendasar. Anda tidak dapat menyantap selembar cek, tetapi sebatang cokelat itu enak. Masalah selesai, mmm!
Dalam acara diskusi lain di radio, seorang penelepon mengajukan pertanyaan berikut kepada saya, " Saya sudah menikah, saya berselingkuh dengan perempuan lain, dan istri saya tidak tahu. Apakah ini tidak apa-apa?"
Bagaimana Anda akan menjawabnya?
"Jika itu tidak apa-apa,"jawab saya,"Anda tidak akan menelepon untuk menanyakan hal itu."
Banyak orang yang menanyakan pertanyaan semacam itu, sebenarnya tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, tetapi dengan harapan beberapa "pakar" akan menyakinkan mereka bahwa perbuatan itu dapat dibenarkan. Jauh dalam lubuk hati, kebanyakan orang tahu apa yang salah dan apa yang benar-hanya saja, sebagian orang tidak mendengarkannya dengan seksama.
0 comments:
Post a Comment